Politikus Dan Entrepreneur

Seorang politikus mantan anggota DPRI menuliskan sebuah statusnya di Facebook. Statusnya tersebut singkat, dan maknanyapun dapat. Dia menulis begini ” Seorang politikus atau pemimpin partai politik harus memiliki jiwa entreprenuer”. (entreprenuer di bilang seharusnya entrepreneur-red)

Tentu walaupun salah dalam penulisan kata entrepreneur, sebagian kita sudah bisa memahami apa yang dia maksdud. Tapi entah apa yang ada dalam benak saya, saya spontan breaksi dengan memberi komentar. Komenter saya begini ‘ Wah bahaya bos…..entrepreneur profit oriented hehe”.

Walau separo bercanda, namun status saya sebenarnya mencerminkan ketidak setujuan pendapat saya, tapi karena budaya ketimuran kita mengharuskan saya menuliskannya dengan santun seperti dan kata “hehe”, di ujung kalimat kalau mau menyelami apa yang yang saya pikirkan saat itu adalah sepert nada mengejek bukan berarti lucu sahabat. Bayangkan seorang politikus yang pernah menduduki jabatan sebagai anggota DPRI sudah salah menbuliskan kata entrepreneur terus saya anggap salah makna dan kehilangan kontek alias gak nyambung antara politikus dan jiwa entrepreneur.

Layaknya seperti seorang peramal dalam hati saya pikir orang ini akan membalas komentar saya akan seperti ini kurang lebihnya : Iya benar…..karena keuntungannya tentu buat rakyat”. Hahaha….sontak saya ngakak sendiri ketika dia benar-benar membalas komentar saya isinya hampir persis sama dengan apa yang saya pikirkan.

Tapi tunggu dulu, sebelum anda sahabat saya semua menganggap saya bisa meramal, prediksi saya tepat bukan karena apa ,ini masih bersifat dugaan mudahan saya tidak salah, karena saya pada status dia sebelumnya juga saya ikut komen yang pada intinya saya tidak sependapat dengan statusnya lalu saling adu argumen, begini nih dia punya status sebelumnya:

Sang Politikus: “Bagi Negara kesejahteraan, konsep modernitas dimaknai sebagai kemampuan Negara dalam memberdayakan masyarakatnya. Peran dan tangung jawab Negara menjadi begitu besar terhadap warga negaranya karena negara akan bersikap dan memposisikan dirinya sebagai “teman” bagi warga negaranya. Makna kata teman merujuk pada kesiapan dalam memberikan bantuan jika warga negaranya mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan”

Saya :” Kalau Negara sebagai lembaga idealnya demikian,dan memangharus demikian, tapi celakanya penyelenggra negara apakah mampu seideal peran negara itu dalam melaksanakan peran negara tersebut? Karena Negara tidak bisa melaksanakan perannya itu tanpa Aparatur….?

Sang Politikus:”Lim Firdaus: Birokrat merupakan alat dan garda depan negara yang secara langsung melayani warga Negara. Birokrat “diharuskan” bersikap netral dengan cara tidak menjadikan latar belakang politik dan sosial warga Negara sebagai dasar pertimbangan pemberian pelayanan. Penganut Negara kesejahteraan percaya jika negara memberikan banyak bagi warga negara maka akan terjadi penurunan demonstrasi, kekerasan maupun anarkisme yang dilakukan oleh masyarakat yang merasa dipinggirkan atau merasa bahwa distribusi keuntungan Negara tidak berjalan dengan baik.”

saya :ya semua sepakat idealnya seperti itu boss, tapi kita tengoklah realitanya….?

Sang Politikus:”Lim: Akar permasalahannya adalah pada faktor kepemimpinan di semua tingkatan, pada hakekatnya Pemimpin politik itu adalah pelayan.”

Dia melanjutkan, mungkin tadi dia lupa nyambung yang sebelumnya,”Pemimpin adalah Pelayan masyarakat, mengurus keperluan masyarakatnya tanpa kecuali.”

Saya: “Ada benarnya bos, tapi dengan keadaan sistem politik seperti sekarang seorang pemimpin tidak mampu berbuat banyak, terlepas siapapun dia, campur tangan politik dengan sejuta kepentingan itu yang justru menambah carut marut negara ini…” (saya disemngati dengan dapat 3 jempol hehe)

Akhirnya sayapun mengalah, saya pikir buat apa negara dalam tatanan lembaga kita perdebatkan lagi, karena memang sudah tidak yang yang perlu diperdebatkan. Tidak ada yang salah dengan negara ini.  Celakanya tokoh politik banyak berlindung dengan fungsi negara sebagai negara dalam tatan ideal. Tapi dia lupa apa ingin mengelabui masyarakat, bahwa negara tidak akan bisa merlaksanakan fungsinya tanpa adanya penyelenggara negara yaitu aparateur. Disini akar persoalannya.
Nah sahabat, tidak puas denga penjelasannya yang tidak sepenuhnya saya amini itulah saya pikir dia menulis status berikutnya:
Politus: “Pemimpin Politik (pejabat politik) Harus Berjiwa Entreprenuer tapi tdiak menjadi Entreprenuer.
Saya: “Bahaya bos hehe, entrepreneur “profit oriented….”
dan ini bunyi status yang isinya sudah saya duga, karena bukan saya paranormal,  karena saya berpikir melihat dari komentar dia sebelumnya, dan karakter seorang politikus selalu bawa nama rakyat, entah rakyat yang mana? ini bunyi balasannya :
“Lim: orientasinya tentu profit untuk kesejahteraan rakyat, artinya pengelolaan sumber daya yg dimiliki negara, daerah (sumber daya manusia, sumber daya alam) semata-mata hanya untuk kemakmuran rakyatnya.”
Tentu jawaban dia dengan perentaan dia kehilangan kontek. Tapi kalau dipahami dari segi hakikat tidak salah. Bahwa politikus memang harus kreatif layaknya seorang entrepreneur atau pengusaha.
Tapi sangat kehilangan makna apabila seorang polikus harus memiliki jiwa enterepreneur. Politikus hakekatnya adalah pelayanan, sedang entereneur pengusaha denganb mind set ambil untung. Lalu apa jadinya kalau polikus ambil untung?
Politkus kembali ke hakekatnyanya sajalah sebagai politikus, tidak usahlah berjiwa pengusaha, kare dua sisis berbeda. yang perlu itu adalah sinergi antara politkus dan pengusaha. Tidak usah politikus jadi pengusaha, dan sebenarnya juga pengusaha tidak perlu tenrtjun ke dunia politik. Ini salah satu yang membuat tatanan negara kita sedikit kacau.
Dibanding Cina Jumlah pengusaha kita jauh tertinggal, negara ini lebih banyak pembutuhklan wira usaha. Polikus satu orang aja yang teriak goyang negara ini, Jadi tidak perlu banyak politikus

About MTFirdaus

---Jurnalis---

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: