“Membeli Mimpi?”

Jika mimpi mampu kubeli,
Dan khayalan mampu kuciptakan ???

Sahabat, kutipan diatas saya ambil di salah satu status facebook sahabat saya juga. Puitis memang. Tapi dari pemaknaan bagaimana ya?

Di statusnya saya nimbrung ikut komen, “bukankah semua itu masih gratis?”

Bener masih gratiskan ya sahabat?  Tolong kasih tau saya kalau sudah berbayar, takutnya ketika mimpi ada tagihan masuk trus saking enaknya pake lama lagi mimpinya. Kalau dihitungnya berdasarkan durasinya bahaya.

Bermimpilah semau kita, berhayalah sepuasnya, kalau mimpi  aja kita ga mampu kare dianggap harus beli, bagaimana actionnya?

Maaf Sahabatku, hanya sekedar koreksi. Jangan Ambil Kata sekedar Puitis aja,  tapi lebih pada pemaknaan, karena itu berpengaruh besar dengan kehidupan.

About MTFirdaus

---Jurnalis---

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: